Sudah lama tidak meramaikan blog ini. Dan sudah sangat lama menahan diri untuk tidak memenuhi blog ini dengan sumpah serapah. Tetapi saat ini sedang sangat ingin berkoar-koar (masih menahan diri untuk tidak ber-sumpah serapah) tentang ketidakstabilan pikiranku….
dia berkata “Kepercayaan itu bukan dibentuk melainkan diyakini”. Dia berkata “Masalah itu tidak hanya berasal dari luar tetapi juga dari dalam”.
Mengapa aku yang sekarang bisa menjadi seperti ini? Sudah lama aku cari jawabannya. Bisa nggak sih pertanyaan pertanyaan tadi nggak wira-wiri di kepalaku? Bisa nggak sih aku mendapatkan waktu untuk meyakini perasaanku?
Bagaimana mungkin aku meyakini tentang adanya Tuhan jika aku tidak pernah mengalami interaksi dengan-Nya. Bagaimana mungkin tanpa mengenal tentang sososk-Nya aku bisa menyandarkan diriku pada-Nya??? Apalagi mempercayakan seluruh hidupku pada-Nya. Apakah tanpa kenal siapa Dia, bagaimana Dia terlibat dalam hidupku, tiba2 aku bisa meyakini tentang-Nya dan mempercayakan seluruh hidupku padaNya??
Aarrrgggghhh……aku sedang pusing, aku sedang bingung. Aku sedang tidak ingin menulis apa-apa, aku tidak ingin memendam perasaan ini….aku hanya ingin teriak, marah, misuh.
Kenapa sih begitu sulit bagimu untuk memahamiku? Aku terbentuk seperti ini karena ulahmu. Tak sadarkah kamu akibat dari perbuatanmu ternyata juga berbalik menyakiti hatimu? Apakah aku ingin menjadi pribadi yang seperti ini? TIDAK.
Aku hanya ingin kamu tahu, bahwa aku tidak ingin menyakitimu. Aku hanya butuh waktu untuk bisa mendapatkan kembali diriku yang dulu. Bersediakah kamu memberi aku waktu?
:: Aku yang sangat mencintaimu, dulu-sekarang-dan-SELAMANYA ::
Jadi ceritanya begini,
Ga tau sih sebenernya awal mulanya gimana, tapi tiba-tiba gwe diberi kabar bahwa Oma sakit. Diare, katanya. Terus belum sempet nengok eh tau-tau malah dikabarkan masuk Rumah Sakit. Katanya sih yang bikin masuk RS karna Oma nggak mau makan.
Selain kabar tadi, ternyata salah satu saudara saya ada yang meninggal di hari yang sama dengan Oma masuk RS. Menurut berita, jenazahnya akan dimakamkan hari Minggu tanggl 31 Agustus 2008. Akhirnya kita sepakat buat pergi layat di hari Minggu. Misa pelepasan jenazah diadakan jam12.00 siang. Berhubung udah kumpul sekeluarga akhirnya (more…)
Jadi ceritanya begini,
Barusan ada temen kantor waktu sama-sama jadi kuli newsflash sms. Kirain ada apa, nggak taunya bermaaf-maafan…kirain salah kirim eh, tapi malah jadi keinget kalo temen2 yang muslim bakal menjalankan ibadah puasa…
Jadi Suntea mau ikutan ngucapin “Selamat menunaikan ibadah puasa ya teman-teman….” Semoga pada kuat menahan godaan… Ayo kalian pasti bisa !!!
Buat Mba Hesty, Tika, Eno Dewi, Rian, Arry, Sarah, (more…)
Koniciwa a.k.a Selamat Siang!
Jadi ceritanya begini,
Kemaren pas lagi iseng baca KOMPAS, gwe menemukan sebuah Headline yang bertuliskan “Hepatitis A Meningkat Drastis”…Hmm, kayaknya penyakit ini sedang beranak pinak di wilayah Jogja. Menurut data harian ini, sejak Maret sampai dengan 28 Agustus tercatat ada sebanyak 221 kasus hepatitis A. Dan setiap minggunya ditemukan 6-12 kasus baru…Hmm..
Berita ini belum seberapa. Dari apa yang diceritain sama Om gwe yang bertugas di Rumah Sakit daerah Wates, ada sekitar 600 -700kasus hepatitis A yang sedang ditangani…Hmmm….cukup banyak bukan? (more…)
Jadi ceritanya begini…
Waktu itu lagi nonton Oprah, trus ternyata bintang tamunya Ivanka Trump, anak pengusaha real estate terkenal di Amerika…Sepanjang dia di wawancara sama Oprah, ada rasa kagum sama perempuan satu ini. Sebagai anak orang kaya, dia diajarin sama bapaknya untuk tetap berupaya meraih sesuatu yang dia mau. Bapaknya nggak serta merta ngasih kekayaan yang dia punya ke anaknya…tapi mengajarkan anaknya bahwa perlu usaha keras untuk mendapatkan sesuatu.
Kalo gwe bandingin sama Paris Hilton yang jualan muka sama body doang, wah Ivanka Trump kelasnya mah beda banget!!! Ngeliat cara dia ngomong, gesture-nya, nada bicaranya semua menunjukkan kalo dia perempuan berkelas yang patut dicungi jempol… Salut juga deh buat Donald Trum yang bisa mendidik anak seperti Ivanka tadi…
Semenjak nonton itu, gwe kagum banget sama dia…Nggak mengandalkan fisik semata tapi mengisi kepalanya dengan pikiran yang positif dan bermutu. Menurut gwe perempuan itu nggak hanya dilihat dari cantiknya doang tapi bagaimana perilaku dan memiliki cara berpikir yang bijaksana.
Para pria pasti bahagia banget seandainya perempuan di dunia kayak Ivanka…hehehe…cantik dan berkharisma. Kalo fisik cantik sih emang karunia, ngga bisa diapa-apain lagi. Bisa dibilang bonus-lah buat perempuan itu, tapi yang lebih penting bagaimana seorang perempuan memandang tentang dunianya dan bersikap bijaksana menghadapi dunia itu. Nggak hanya mikirin diri sendiri. Yang udah cantik masih aja repot ngurusin gimana caranya tambah cantik atau minimal tetap cantik. Padahal masih banyak hal di dunia ini yang perlu disikapi..duelaah, bahasanyaaa…
Cantik tapi buang sampah sembarangan, nggak peduli sama lingkungan sekitarnya…nggak jadi cantik lagi deh.. Ngomong, eh nulis emang gampang tapi gwe sendiri juga belajar buat jadi perempuan yang “balance”. Emang nggak ada yang sempurna di dunia ini (nggak kaya lagunya Andra and the backbone) tapi paling enggak kalo kita mau sadar dan berpikir ulang, cantik itu bukan segala-galanya kok..
Coba deh bayangin, seandainya ada dua orang sebut aja A dan B. Si A dikagumi karena kecantikannya, pribadinya sih standart. Sedangkan si B secara fisik biasa2 aja tapi kepribadiannya hangat dan menarik. Ketika suatu saat A dan B sama-sama mengalami musibah dan mengalami cacat fisik apalagi misalnya wajah mereka dua-duanya hancur dan nggak bisa diperbaiki. Si A hanya meninggalkan kesan kalau “dulu” dia cantik, sekarang udah enggak lagi. Sedangkan si B akan tetap dikenang sebagai pribadi yang hangat dan menarik…
Semua sih pilihan masing2 pribadi mau jadi A atau jadi B. Mungki bayangan gwe tadi terlalu ekstrim tapi menurut gwe itulah pelajaran yang bisa diambil ketika kita harus berhadapan dengan musibah, kita nggak bakal bisa mengelak…dan tinggal ”kesan” apa yang mau kita tinggalkan buat orang-orang di lingkungan kita. Yah, ini hanyalah pemikiranku saja kok..
Hmmmpphhh…gwe ga tau neh pikiran gwe lagi kenapa, kenapa tiba2 bisa ngomongin yang kaya ginian yah? Entahlah…
Cheers,
Suntea