Rumah berbagi cerita

Hepatitis A melanda Yogyakarta | Aug 30th 2008

Koniciwa a.k.a Selamat Siang!

Jadi ceritanya begini,

Kemaren pas lagi iseng baca KOMPAS, gwe menemukan sebuah Headline yang bertuliskan “Hepatitis A Meningkat Drastis”…Hmm, kayaknya penyakit ini sedang beranak pinak di wilayah Jogja. Menurut data harian ini, sejak Maret sampai dengan 28 Agustus tercatat ada sebanyak 221 kasus hepatitis A. Dan setiap minggunya ditemukan 6-12 kasus baru…Hmm..

Berita ini belum seberapa. Dari apa yang diceritain sama Om gwe yang bertugas di Rumah Sakit daerah Wates, ada sekitar 600 -700kasus hepatitis A yang sedang ditangani…Hmmm….cukup banyak bukan? Gwe nggak tau sih seluruh kasus itu ada di rumah sakit tempat Om gwe kerja aja atau dari seluruh wilayah Yogyakarta. Mungkin dari seluruh wilayah Yogyakarta… Dan wilayah yang paling banyak terdapat kasus hepatitis adalah wilayah Sleman. Nah loh?! which is tempat gwe tinggal nih…Hiiii jadi syerem kan?

Udah gitu, penyakit ini dulunya menyerang anak-anak atau orang tua, tapi sekarang ini yang paling banyak terkena adalah Mahasiswa..Nah loh, kok bisa???

Iyah, jawabannya karena mahasiswa yang paling banyak mengkonsumsi jajanan di pinggir jalan. Secara banyak mahasiswa yang kos di Jogja, jadi otomatis merekalah target yang paling rentan terhadap penyakit ini…

Gimana ceritanya bisa menyerang orang yang banyak jajan di pinggir jalan?

Jadi begini… Menurut cerita Om gwe, kondisi air tanah di wilayah Jogja (mungkin juga terjadi di kota lain..) sudah tercemar oleh virus apa bakteri gitu… Dulu, kalo kita mau bikin peresapan buat sepsitenk harus ngasih jarak minimal 10meter dari sumber air bersih. Tapiii…lama-lama kan yang namanya air merembes kemana-mana. Mungkin dulu peraturan kayak gitu masih bisa diterapkan, tapi sekarang keadaan rumah yang berdempetan bukannya tidak mungkin jarak sepsitenk dengan sumber air jadi (mau nggak mau) berdekatan… Inilah yang akhirnya mencemari air tanah di lingkungan tempat tinggal kita.

DAn menurut data yang ada di KOMPAS, lebih dari 70% warga di Jogja masih mengandalkan air dari sumur untuk minum dan masak. DAn sayangnya lagi tidak semua wilayah di DIY kondisi sumber airnya baik! Hiii… Padahal, kebersihan air menjadi salah satu penentu kesehatan penggunanya.

Terus apa hubungannya sama jajanan tadi?

Nah, waktu kita jajan di pinggir jalan, kita kan nggak pernah tau persis bagaiman si penjual mengolah makanan dan minuman tadi. Bersih apa enggak, (bener2) mateng apa enggak…padahal, salah satu penularan virus hepatitis tadi adalah melalui makanan dan minuman yang kita konsumsi…begitu ceritanya…

Terus bagaimana kalau kita terpaksa makan di pinggir jalan?

Pertanyaan yang bagus adik-adik…hehehe… Kalo kita terpaksa jajan di luar, yang harus kita perhatikan adalah:

  1. Perhatikan sumber air yang digunakan.                                                                                Apakah air yang digunakan untuk mencuci alat-alat bekas pakai berasal dari kran atau tidak? Jangan makan di tempat yang airnya cuma ada 2 atau 3 ember dan terus menerus digunakan untuk mencuci.
  2. Perhatikan adanya sabun.                                                                                                      Apakah penjual mencuci alat-alat bekas pakai menggunakan sabun atau hanya sekedar digososk-gosok asal pake bungkus sabun cuci atau plastik? Karena virus ini akan kehilangan daya berkembang biak dengan terkena cairan sabun. Maksudnya, virus ini memiliki lapisan kulit luar yang kita sebut saja survace nah, survace ini akan hilang dan larut jika kita mencuci peralatan makan dan minum dengan sabun. Sehingga jika ada virus yang masuk ke dalam tubuh kita maka virus tersebut tidak dapat berkembang biak dalam tubuh.
  3. Pilih yang serba panas.                                                                                                          Ketika makan atau minum, pilih yang disajikan dalam keadaan panas. Kalo kita minum air dingin (es) kita ngak tau apakah airnya dimasak atau mentah, lalu apakah batu esnya baik untuk dikonsumsi? who knows?? Dengan mengkonsumsi makanan atau minuman panas akan mengurangi resiko terkena virus tersebut.
  4. Jangan lupa cuci tangan dengan SABUN sebelum dan sesudah makan. Ini penting banget.       Mulai sekarang bawa deh sabun cair antiseptik dalam botol kemasan yang kecil supaya mudah dibawa dan kita bisa menggunakan sewaktu-waktu.
  5. Kalo perlu minta penjualnya cuci tangan setelah menerima/mengembalikan uang. Jangan mau kalo penjualnya cuma lap tangan pake serbet doang. Kalo yang terakhir ini butuh keberania buat ngomong ke penjualnya sih…tapi kalo seandainya ga berani ya udah putuskan saja jangan makan di tempat itu lagi..hehehehe…agak kejam nih…
  6. Kalo mau kita juga bisa bawa gelas dari rumah untuk di kantor atau malah bawa peralatan makan dari rumah… Atau lebih bagus lagi bawa bekal aja deh dari rumah. Berkorban sedikit tapi AMAN.

Yah, intinya mulai sekarang kita harus benar-benar menjaga kebersihan diri kita dan lingkungan kita. Karena kita selama ini secara tidak sadar sudah banyakmerusak lingkungan dan sekarang saatnya alam menunjukkan taringnya…Makanya jangan lupa untuk lebih bersahabat dengan lingkungan yah…

Cheers,                                                                                                                                                    -Suntea-


No Comments Yet »

Say something?Comments RSS TrackBack URI